Beranda blog

Diduga Pengedar Sabu, Warga Pancoran Dicokok Polisi

1784696982808

BONDOWOSO, Lagi-lagi Jajaran satuan reserse narkoba (Sat Reskoba) Polres Bondowoso mencokok Zainullah Bin Senol (30). Pasalnya ia diduga sebagai pengedar serbuk kristal atau sabu.

Zainullah warga dusun Widoro, Desa Pancoran, Bondowoso, Jawa Timur ini bertekuk lutut saat dicokok petugas, betapa tidak ia ketahuan menyembunyikan sabu didalam saku depan celananya.

Iptu Hadi Sukisman,Kasat Resnarkoba Polres Bondowoso mengatakan, Senol diamankan di jalan dusun Widoro, Desa Pancoran, Kecamatan kota Bondowoso,Rabu (3/7/2019) sekira pukul 23.00 WIB.

Penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang menyampaikann adanya pelaku peredaran narkoba jenis sabu. Dengan ciri-ciri sesuai dengan tampilan fisik pelaku.

1791899701721

Setelah dilakukan penyelidikan dan dilakukan penggeledahan,ditemukan pada saku celana depan bungkusan plastik kecil yang berisi sabu.

“Dari Zainullah berhasil diamankan beberapa barang bukti, yaitu satu paket sabu yang dibungkus klip plastik disolasi. Serta uang tunai Rp 350 ribu dan satu HP,” kata Iptu Hadi, Kamis (4/7/2019).

Diterangkan bahwa berdasarkan barang bukti yang bersangkutan diduga melanggar Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) UU.RI No. 35 Tahun 2009, Tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman minimal 6 tahun, maksimal 20 tahun,” katanya.

Sementara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, serta penyidikan Zainullah diamankan di Mako Polres Bondowoso, setelah nanti berkas lengkap atau P21 akan segera diserahkan ke Kejaksaan.

ilustrasi-stop-pungli

Diterjang Hujan Lebat, Dapur Rumah Warga Besuki Situbondo Ambruk

1784696982808

Situbondo – Hujan lebat yang disertai hembusan angin kencang di Kecamatan Besuki telah memporak porandakan dapur rumah warga yang bernama Samawi (55). Rumah Sanawi yang berlokasi di Rt 03, Rw 01, Dusun Mandar, Desa Belimbing, Besuki, Situbondo, Jawa Timur tepat pukul 03.00 dini hari, Jumat, (8/3).


Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media online ini di lapangan menyebutkan bahwa, panjang rumah 5 meter dan lebar 6 meter yang berpenghuni 5 jiwa tersebut hancur pada bagian dapurnya.
“Untung saja kelima penghuni rumah itu selamat meski dalam keadaan tertidur lelap,” ujar Sonata, anggota tim Paskalis BPBD Situbondo, Jumat, (8/3).

1791899701721


Sonata menambahkan bahwa kerugian yang dialami korban yakni diperkirakan sekitar Rp 15 juta. (ans)

ilustrasi-stop-pungli

Sumbang 27,93 Persen PDRB, Pertanian Jadi Tulang Punggung Ekonomi Bondowoso, Bupati Terima Wilwatikta Awards 2026

1784696982808

BONDOWOSO, TAPALKUDA POST – Sektor pertanian masih menjadi kekuatan utama perekonomian Kabupaten Bondowoso. Dengan kontribusi mencapai 27,93 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada 2025 atau senilai sekitar Rp7,98 triliun, sektor ini menjadi salah satu penopang penting pertumbuhan ekonomi sekaligus sumber penghidupan masyarakat.

Capaian tersebut mengantarkan Pemerintah Kabupaten Bondowoso menerima penghargaan kategori Akselerasi Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani dalam ajang JawaPos.com Wilwatikta Awards 2026.

Penghargaan tersebut diterima sebagai bentuk apresiasi atas upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian, menjaga ketahanan pangan, serta mendorong kesejahteraan petani.
Dalam sambutannya,

Bupati Bondowoso menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan semata-mata pengakuan terhadap kinerja pemerintah daerah, melainkan juga apresiasi bagi seluruh petani, kelompok tani, penyuluh, dan masyarakat yang selama ini berkontribusi menjaga ketahanan pangan serta menggerakkan perekonomian daerah.

“Penghargaan ini kami persembahkan kepada seluruh masyarakat Bondowoso, terutama para petani yang dengan kerja kerasnya telah menjaga pangan, mengembangkan komoditas unggulan, dan menggerakkan perekonomian daerah,” ungkap Bupati KH.Abdul Hamid Wahid,Jum’at ,30/10/2026 malam.

Menurut Bupati, pertanian bukan sekadar sektor ekonomi, melainkan fondasi kehidupan masyarakat sekaligus salah satu kekuatan utama pembangunan Bondowoso.

Berdasarkan data yang disampaikan, pada 2025 luas panen padi di Bondowoso mencapai sekitar 56.112 hektare dengan produksi 278.822 ton gabah kering giling (GKG).

Selain tanaman pangan, kekuatan pertanian Bondowoso juga ditopang komoditas perkebunan unggulan, terutama kopi dan tembakau.

Luas perkebunan kopi tercatat mencapai sekitar 20.310 hektare, terdiri atas 13.754 hektare kopi Arabika dan 6.556 hektare Robusta, dengan total produksi sekitar 8.914 ton.

Kopi Arabika Java Ijen-Raung dan Java Hyang Argopuro bahkan telah menembus pasar internasional, termasuk Turki, Australia, dan sejumlah negara di Eropa.
Untuk menjaga keberlanjutan produksi, pemerintah daerah pada 2026 juga mendorong peremajaan sekitar 1.700 hektare kebun kopi.

Sementara itu, komoditas tembakau turut menjadi penopang ekonomi masyarakat. Pada 2026, luas areal tembakau Bondowoso mencapai sekitar 8.745,8 hektare dengan melibatkan kurang lebih 5.800 petani.

Bondowoso juga memiliki varietas tembakau unggulan lokal, yakni Maesa 1 dan Maesa 2, yang menjadi bagian dari kekayaan sekaligus identitas pertanian daerah.

Bupati menjelaskan, kekuatan komoditas tersebut membentuk ekosistem ekonomi yang saling berkaitan. Padi menopang ketahanan pangan, kopi memperkuat daya saing dan peluang ekspor, sedangkan tembakau menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat.

Dampak ekonomi sektor pertanian, lanjutnya, tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga buruh tani, pelaku UMKM, pedagang, industri pengolahan, sektor transportasi, hingga berbagai bidang usaha lainnya.

1791899701721

Petani Jangan Hanya Jadi Objek Kebijakan
Meski mencatatkan kontribusi ekonomi yang besar, Bupati menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak cukup diukur dari luas panen maupun besarnya produksi.

Menurutnya, ukuran paling penting adalah sejauh mana peningkatan produktivitas dan pertumbuhan sektor pertanian mampu meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani.

“Petani harus menjadi subjek utama pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan,” tegasnya.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan produktivitas, modernisasi dan mekanisasi pertanian, penguatan irigasi, perlindungan komoditas unggulan, pengembangan kelembagaan petani, serta perluasan akses pasar.

Pemerintah daerah juga mendorong hilirisasi dan pengembangan agroindustri, khususnya pengolahan kopi dan produk perkebunan. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah sehingga petani tidak hanya memperoleh keuntungan dari hasil panen, tetapi juga dari peningkatan nilai ekonomi produk olahan.

Selain itu, penguatan kemitraan, kepastian pasar, peningkatan kualitas produksi, serta keterlibatan generasi muda dinilai menjadi faktor penting dalam membangun pertanian yang modern, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Bupati juga mengakui bahwa sektor pertanian menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, fluktuasi harga, tingginya biaya produksi, hingga persoalan regenerasi petani.

Untuk menjawab tantangan tersebut, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan.

Pertanian Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Mengusung tema “Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara”, Wilwatikta Awards 2026 menjadi momentum untuk memperkuat potensi lokal melalui inovasi dan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bupati menegaskan, Bondowoso siap menjadikan sektor pertanian bukan hanya sebagai penyangga ketahanan pangan, tetapi juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, penguatan industri daerah, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan pertanian.

“Penghargaan ini bukan titik akhir, melainkan amanah dan motivasi untuk bekerja lebih baik,” ujarnya.
Bupati menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa banyak hasil yang diproduksi, tetapi juga seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat dan seberapa sejahtera kehidupan para petani.

“Semoga Bondowoso semakin maju, pertaniannya semakin kuat, ketahanan pangannya semakin kokoh, komoditas unggulannya semakin berdaya saing, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkasnya.

ilustrasi-stop-pungli

Musim Hujan Mulai Tiba, Waspada Banjir hingga Longsor Mengintai

1784696982808

TAPALKUDA POST – Setelah beberapa bulan dilanda musim kemarau yang cukup panjang, sejumlah wilayah di Bondowoso mulai diguyur hujan. Meningkatnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir membawa angin segar bagi masyarakat, khususnya para petani yang sebelumnya menghadapi keterbatasan pasokan air.

Kembalinya hujan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air untuk sektor pertanian, perkebunan, serta kebutuhan sehari-hari masyarakat. Namun, di balik manfaat tersebut, perubahan cuaca juga menyimpan potensi risiko bencana hidrometeorologi yang perlu diantisipasi.

Banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang menjadi sejumlah ancaman yang patut diwaspadai, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan perubahan kondisi cuaca.
Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan membersihkan selokan dan saluran drainase agar tidak tersumbat sampah.

Saluran air yang berfungsi dengan baik dapat membantu mengurangi risiko genangan saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Tips Menghadapi Musim Hujan

Untuk meningkatkan kesiapsiagaan, berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan masyarakat selama musim penghujan:

Pantau informasi cuaca. Periksa prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta informasi dari BPBD setempat.

Siapkan perlengkapan hujan. Sediakan payung, jas hujan, dan alas kaki antiair sebelum beraktivitas di luar rumah.
Bersihkan saluran drainase. Pastikan selokan dan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat sampah sehingga aliran air tetap lancar.

1791899701721

Hindari tempat berisiko. Jangan berteduh di bawah pohon besar, baliho, atau papan reklame ketika hujan disertai angin kencang.

Periksa instalasi listrik. Pastikan instalasi dan peralatan listrik dalam kondisi aman untuk mengurangi risiko korsleting, terutama ketika terjadi kebocoran atau genangan air.

Jaga kesehatan tubuh. Konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, dan penuhi kebutuhan cairan tubuh agar kondisi kesehatan tetap terjaga.
Kenali wilayah rawan bencana.

Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir dan longsor perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan deras berlangsung dalam waktu lama.

Kesiapsiagaan Dimulai dari Lingkungan

Memasuki musim penghujan, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.

Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, pemantauan informasi cuaca, serta pemahaman terhadap potensi bencana merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko.

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi sejak dini, masyarakat diharapkan dapat menghadapi musim hujan dengan lebih aman serta meminimalkan dampak yang mungkin ditimbulkan oleh cuaca ekstrem.

ilustrasi-stop-pungli

BPBD Bondowoso Diperkirakan Dapat Tambahan Anggaran Hampir Rp 1 Miliar Tahun 2027 , Prioritas Atasi Kekeringan Permanan

1784696982808

BONDOWOSO, TAPALKUDA POST – Upaya memperkuat penanggulangan bencana di Kabupaten Bondowoso mendapat tambahan dukungan anggaran. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso memperoleh peningkatan anggaran hampir Rp1 miliar atau sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Tambahan anggaran tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan dan operasional penanggulangan bencana, menyusul meningkatnya kejadian bencana dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, S.T., M.M., mengatakan peningkatan anggaran tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya penanganan bencana agar berjalan lebih optimal.

“Alhamdulillah, BPBD mendapatkan peningkatan anggaran hampir Rp1 miliar atau sekitar 20 persen,” ungkap Kristianto usai membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Tahun Anggaran 2027 bersama Komisi IV DPRD Bondowoso, Jumat (30/10/2026).

Menurutnya, peningkatan kebutuhan anggaran tidak terlepas dari tren kejadian bencana yang terus berkembang. Bahkan, berdasarkan prediksi, potensi kejadian bencana pada tahun mendatang diperkirakan semakin meningkat.

Karena itu, pemenuhan kebutuhan operasional menjadi hal penting agar BPBD memiliki kesiapan yang memadai dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana.

1791899701721

Penanganan Kekeringan Tak Lagi Bergantung pada Dropping Air
Selain memperkuat kesiapsiagaan, BPBD Bondowoso juga menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi persoalan kekeringan pada 2027.

Kristianto menjelaskan, sesuai arahan Bupati Bondowoso dan Komisi IV DPRD, penanganan kekeringan ke depan diarahkan pada solusi permanen. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap penanganan darurat berupa distribusi atau dropping air bersih.

“Untuk penanganan kekeringan, diupayakan dilakukan dengan cara permanen, bukan hanya melalui langkah kedaruratan seperti dropping air,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, BPBD merencanakan pembangunan infrastruktur air melalui pengeboran di tiga titik serta penyediaan sarana pendukung di satu titik lainnya.

Dengan demikian, terdapat empat titik yang menjadi sasaran program penanganan kekeringan pada 2027.
Kristianto menegaskan, pelaksanaan program tersebut tetap akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

Namun, tambahan anggaran yang telah diperoleh menjadi modal penting untuk merealisasikan rencana tersebut.
Program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman kekeringan, sekaligus menghadirkan solusi jangka panjang bagi wilayah yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

ilustrasi-stop-pungli

Baznas Bondowoso Salurkan Beasiswa untuk Empat Siswa, Dua di Antaranya Asal Papua

1784696982808

BONDOWOSO, TAPALKUDA POST – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bondowoso menyalurkan bantuan beasiswa kepada empat siswa dari dua sekolah, yakni SDN Tamansari 1 Bondowoso dan SMP Negeri 7 Bondowoso, Jumat (30/10/2026) pagi.
Penyerahan beasiswa berlangsung di Kantor Baznas Bondowoso.

Masing-masing siswa SD menerima bantuan sebesar Rp500 ribu, sedangkan siswa SMP memperoleh Rp750 ribu.
Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para penerima untuk semakin giat belajar dan meningkatkan prestasi di sekolah.

Ada hal menarik dalam penyerahan beasiswa kali ini. Wakil Ketua IV Baznas Bondowoso, KH Ramli Hasan, sempat mengajak dua siswa SMP Negeri 7 yang berasal dari Papua untuk mengucapkan syahadat.

Namun, setelah diketahui lebih lanjut, keduanya ternyata telah memeluk agama Islam atau menjadi mualaf sejak beberapa tahun lalu.

Kepala SMP Negeri 7 Bondowoso, Yetti, menjelaskan bahwa kedua siswa tersebut memang telah menjadi mualaf. Salah satunya adalah Calvin, yang menurut Yetti memeluk Islam pada 2025.

Yetti menyampaikan apresiasi kepada Baznas Bondowoso atas bantuan beasiswa yang diberikan kepada anak didiknya. Ia berharap bantuan tersebut dapat menambah semangat siswa dalam menempuh pendidikan.

“Alhamdulillah, SMP 7 mendapatkan alokasi beasiswa dari Baznas Bondowoso. Semoga beasiswa ini menjadi penyemangat para siswa untuk terus belajar,” ungkapnya.

1791899701721

Ia juga menyampaikan bahwa para guru di lingkungan SMP Negeri 7 Bondowoso telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui Baznas Bondowoso.
Ungkapan syukur serupa disampaikan Siti Mutawarida. Sekretaris Korwil Bondowoso tersebut mengaku senang karena dua siswa yang diajukannya sebagai penerima bantuan akhirnya mendapatkan persetujuan dari Baznas.

“Alhamdulillah, dua siswa saya yang saya ajukan untuk mendapatkan bantuan beasiswa ternyata semuanya disetujui oleh Baznas Bondowoso,” ujarnya.

Menurut Siti, para guru di lingkungan Korwil Bondowoso juga rutin menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas. Ia berharap sinergi tersebut dapat terus memberikan manfaat, khususnya bagi siswa yang membutuhkan dukungan pendidikan.

Sementara itu, Ketua Baznas Bondowoso, KH Ahmadi, menegaskan bahwa kesempatan memperoleh bantuan beasiswa terbuka bagi sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di seluruh wilayah Bondowoso.

Pihak sekolah dapat mengajukan usulan calon penerima beasiswa kepada Baznas. Selanjutnya, setiap pengajuan akan melalui proses seleksi dan verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Semua sekolah SD dan SMP se-Bondowoso bisa mengajukan usulan beasiswa ke Baznas Bondowoso. Tentu setelah lolos seleksi oleh Baznas Bondowoso, beasiswa akan diberikan kepada mereka,” jelas KH Ahmadi.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung akses pendidikan serta membantu siswa yang membutuhkan.
(Eko)

ilustrasi-stop-pungli

Anggaran Pendidikan Bondowoso 2027 Capai Rp 645 Miliar, Taufan: Belum Ada Pergeseran Pos Signifikan

1784696982808

BONDOWOSO – Anggaran Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027 disebut mencapai sekitar Rp645 miliar. Hingga pembahasan terakhir, belum ada pergeseran pos anggaran yang dinilai signifikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, menyampaikan hal tersebut seusai pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Tahun Anggaran 2027 di DPRD Bondowoso, Kamis (29/10/2026).

Saat dikonfirmasi mengenai besaran anggaran tersebut, Taufan membenarkan angka sekitar Rp645 miliar. Ia menjelaskan, dinamika pembahasan anggaran merupakan bagian dari proses penyelarasan program dan penentuan prioritas antara pihak eksekutif dan legislatif.

“APBD itu adalah kesepakatan kita antara eksekutif dan legislatif,” ujarnya.

Belum Ada Pergeseran Pos Signifikan

Dalam pembahasan tersebut, Taufan ditanya mengenai kemungkinan adanya pemotongan atau pemindahan alokasi anggaran dari satu pos ke pos lainnya, termasuk setelah memperhitungkan kebutuhan belanja pegawai.

1791899701721

Menanggapi hal itu, ia menyatakan bahwa untuk sementara belum terdapat pergeseran pos anggaran yang signifikan.

“ Sementara ini tidak ada,” kata Taufan saat ditanya mengenai kemungkinan perubahan alokasi anggaran.

Ia juga menyatakan bahwa rancangan anggaran yang dibahas sejauh ini telah sesuai dengan harapan pihaknya.
Menunggu Hasil Pembahasan APBD 2027
Meski demikian, angka Rp645 miliar tersebut masih perlu dipastikan melalui dokumen resmi anggaran untuk mengetahui rincian alokasi, komposisi belanja pegawai, serta besaran anggaran yang benar-benar diarahkan pada program pendidikan.

Tahapan pembahasan APBD menjadi ruang bagi eksekutif dan legislatif untuk menyelaraskan kebutuhan program dengan kemampuan keuangan daerah. Karena itu, kejelasan rincian anggaran tetap penting agar alokasi belanja pendidikan dapat dipantau secara terbuka oleh masyarakat.

Besaran anggaran yang disepakati nantinya diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program pendidikan di Bondowoso secara terarah, dengan tetap memperhatikan kebutuhan layanan pendidikan dan manfaatnya bagi masyarakat.

ilustrasi-stop-pungli

Anggaran DLH Bondowoso 2027 Diperkirakan Naik Rp 6 Miliar, untuk Program Prioritas

1784696982808

BONDOWOSO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bondowoso mengusulkan anggaran sekitar Rp 30 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027.

Anggaran tersebut diprioritaskan untuk penanganan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan revitalisasi Alun-Alun Bondowoso.

Kepala DLH Kabupaten Bondowoso, Henry Kurniawan, S.T., M.M., menyampaikan hal itu seusai membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Tahun Anggaran 2027 bersama Komisi III DPRD Bondowoso.

Menurut Henry, rencana anggaran tersebut tidak hanya difokuskan pada penanganan TPA dan revitalisasi alun-alun, tetapi juga untuk mendukung berbagai program prioritas

“Anggaran DLH pada 2027 direncanakan sebesar Rp30 miliar. Alokasi tersebut diprioritaskan untuk penanganan TPA dan revitalisasi alun-alun, di samping program-program lain yang menjadi prioritas dalam APBD 2027,” ujarnya,Kamis,29/10/2026.

Anggaran Naik Dibandingkan 2026

Henry menjelaskan, dibandingkan dengan alokasi anggaran tahun 2026, rencana anggaran DLH pada 2027 mengalami peningkatan sekitar Rp 6 miliar. Kenaikan tersebut diarahkan untuk mendukung pemerataan pelaksanaan program, terutama pada sektor penanganan TPA dan revitalisasi alun-alun.

Meski demikian, besaran anggaran tersebut masih berupa rencana yang harus melalui tahapan pembahasan lebih lanjut sebelum ditetapkan secara resmi dalam APBD 2027.

1791899701721

Henry berharap, alokasi yang telah direncanakan itu dapat dipertahankan hingga tahap penetapan anggaran. Menurutnya, program-program yang disusun DLH merupakan bagian dari upaya mendukung kebijakan dan program prioritas Bupati Bondowoso.

“Harapan kami, anggaran DLH bisa bertahan seperti itu. Apa yang kami rencanakan merupakan bagian dari program untuk mendukung program Bapak Bupati,” kata Henry.

Menunggu Pembahasan Lanjutan

Dengan masih berlangsungnya pembahasan RAPBD 2027, kepastian anggaran DLH sebesar Rp 30 miliar tersebut masih menunggu proses pembahasan dan penetapan bersama pihak terkait, termasuk Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bondowoso.

Besaran anggaran yang akhirnya disetujui akan menjadi salah satu faktor penentu ruang gerak DLH dalam menjalankan program prioritas pada 2027, khususnya penanganan TPA dan revitalisasi Alun-Alun Bondowoso.

Publik pun menantikan bagaimana rencana alokasi tersebut diterjemahkan menjadi program nyata yang terukur, terutama dalam meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan dan penataan ruang publik di Bondowoso.

 

ilustrasi-stop-pungli

HUT ke-62 Golkar, Beringin Sport Festival Jadi Panggung Anak Muda Bondowoso Unjuk Potensi

1784696982808

BONDOWOSO – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar, DPD Partai Golkar Kabupaten Bondowoso menggelar Beringin Sport Festival Mobile Legends.

Ajang ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan, memperluas jejaring, sekaligus menunjukkan potensi di dunia olahraga elektronik (e-sports).

Ketua DPD Partai Golkar Bondowoso, Ady Kriesna, menilai permainan Mobile Legends bukan sekadar hiburan. Jika dimainkan secara positif dan bertanggung jawab, gim tersebut dapat menjadi sarana untuk melatih kemampuan berpikir strategis, mengambil keputusan secara cepat, membangun komunikasi, serta memperkuat kerja sama tim.

Menurutnya, permainan yang mengandalkan koordinasi pemain dalam itu menuntut setiap peserta memahami perannya, menyusun strategi, dan menyesuaikan taktik dengan situasi pertandingan.

Selain melatih refleks serta koordinasi mata dan tangan, kompetisi ini juga dapat mengajarkan kesabaran dan pengendalian emosi ketika menghadapi tekanan maupun kekalahan.

Di sisi lain, perkembangan ekosistem e-sports membuka peluang bagi anak muda untuk menekuni bidang yang lebih luas, mulai dari menjadi atlet profesional hingga kreator konten dan pelaku industri digital.

Melalui Beringin Sport Festival, Golkar Bondowoso berupaya menghadirkan kegiatan yang dekat dengan minat generasi muda. Turnamen ini sekaligus menjadi kesempatan bagi para pemain untuk berkompetisi, membangun relasi, dan memperoleh pengalaman bertanding.

Juara Apresiasi Ruang Kompetisi yang Terbuka

Antusiasme peserta terlihat dari tanggapan positif para pemain yang mengikuti turnamen tersebut. Firai Firrobbani, peserta asal Tamanan yang meraih juara pertama, mengaku senang dapat berpartisipasi dalam kompetisi yang diselenggarakan Golkar Bondowoso.

Menurut Firai, turnamen tersebut bukan hanya memberikan kesempatan untuk meraih prestasi, tetapi juga mempertemukannya dengan pemain lain yang memiliki kemampuan dan potensi untuk berkembang.

“Alhamdulillah, saya senang bisa ikut turnamen ini dan mendapat juara pertama. Banyak pengalaman yang saya dapatkan, termasuk bertemu pemain-pemain lain yang lebih muda dan berbakat,” ujarnya,Rabu 28/10/2026.

Ia juga mengapresiasi fasilitas yang disediakan panitia. Selain pendaftaran gratis, peserta mendapatkan makanan ringan dan minuman sehingga dapat dengan nyaman selama kegiatan berlangsung.

Bagi Firai, dukungan semacam itu membuat kompetisi terasa lebih menyenangkan sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan anak muda dapat diselenggarakan secara terbuka dan ramah bagi peserta.

Ia berharap Golkar Bondowoso terus berkembang dan semakin dekat dengan generasi muda melalui kegiatan yang sesuai dengan minat mereka.

“Harapan saya, Golkar Bondowoso semakin maju, semakin keren, dan semakin dekat dengan anak muda. Semoga turnamen seperti ini sering diadakan karena bisa menjadi salah satu cara merangkul generasi muda,” katanya.

Panitia Dinilai Berhasil Menciptakan Suasana Nyaman

Apresiasi serupa disampaikan peserta lainnya. Mereka menilai penyelenggaraan Beringin Sport Festival berlangsung nyaman dengan arahan panitia yang jelas dan pelaksanaan yang cukup tertata.

1791899701721

Ketersediaan makanan ringan, kopi, dan beragam minuman juga menjadi nilai tambah bagi peserta selama jeda pertandingan.

Kondisi tersebut membuat pemain dapat berkonsentrasi mengikuti kompetisi tanpa harus direpotkan dengan kebutuhan selama beristirahat.

Peserta berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar dengan cakupan yang lebih luas dan penyelenggaraan yang semakin meriah.

Sementara itu, Roby menilai Beringin Sport Festival merupakan wadah positif untuk mendorong anak muda Bondowoso terus berkarya dan mengembangkan potensi.

Ia menyampaikan apresiasi kepada DPD Partai Golkar Bondowoso, khususnya Ketua Ady Kriesna dan Leo, atas perhatian terhadap kegiatan yang melibatkan generasi muda.

“Beringin Sport Festival ini keren banget! Wadah yang luar biasa positif dan benar-benar merangkul anak muda Bondowoso untuk terus berkarya,” ungkap Roby.

Ia juga menyampaikan harapan agar Golkar Bondowoso semakin maju dan terus hadir di tengah masyarakat.

“Selamat HUT ke-62 Golkar. Semoga Golkar Bondowoso semakin berkah, jaya, dan terus loyal hadir untuk masyarakat Bondowoso,” tambahnya.

Momentum Memperkuat Kedekatan dengan Generasi Muda

Bima, peserta yang juga menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut, mengaku gembira dapat mengikuti Beringin Sport Festival.

Baginya, kompetisi ini memberikan pengalaman baru, memperluas pertemanan, sekaligus menghadirkan suasana pertandingan yang menyenangkan.

Ia berharap Golkar Bondowoso semakin dekat dengan anak muda dan rutin mengadakan kegiatan serupa agar semakin banyak generasi muda yang terlibat.

Antusiasme para peserta menjadi gambaran bahwa kegiatan berbasis minat dan komunitas dapat menjadi salah satu cara membangun ruang interaksi yang positif bagi generasi muda.

Di tengah berkembangnya industri gim dan e-sports, dukungan terhadap kompetisi yang terorganisasi juga penting untuk mendorong pemain mengembangkan kemampuan secara terarah, menjunjung sportivitas, serta menyeimbangkan aktivitas bermain dengan pendidikan dan tanggung jawab sehari-hari.

Beringin Sport Festival pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan peringatan HUT semata, tetapi dapat menjadi awal dari ruang pembinaan dan kompetisi yang berkelanjutan bagi talenta e-sports di Bondowoso.

Dengan melibatkan anak muda melalui kegiatan yang relevan dengan perkembangan zaman, Golkar Bondowoso memiliki peluang memperkuat kedekatan dengan generasi penerus sekaligus membuka ruang bagi lahirnya potensi-potensi baru di daerah.

ilustrasi-stop-pungli

Baznas Bondowoso Bantu Korban Puting Beliung,Kebakaran hingga Pasien Tumor Otak

1784696982808

BONDOWOSO, TAPALKUDA POST – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bondowoso menyalurkan bantuan sebesar Rp4,5 juta kepada tiga warga yang membutuhkan, Rabu (28/10/2026).

Masing-masing penerima memperoleh bantuan Rp1,5 juta untuk membantu meringankan beban akibat sakit dan musibah yang menimpa tempat tinggal mereka.

Tiga penerima bantuan tersebut yakni Dwi Amelia Azahra, warga Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, yang tengah berjuang melawan tumor otak. Bantuan serupa juga diberikan kepada warga Desa Sukosari Lor, Kecamatan Sukosari, yang rumahnya terdampak angin puting beliung, serta Surip, warga Desa Penanggungan, Kecamatan Maesan, yang rumahnya mengalami kebakaran.

Ketua Baznas Bondowoso, KH Ahmadi, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang mengalami musibah, baik akibat bencana maupun persoalan kesehatan.

Menurutnya, warga Bondowoso yang mengalami musibah, seperti rumah rusak akibat angin puting beliung, kebakaran, maupun sakit, dapat mengajukan permohonan bantuan melalui mekanisme administrasi yang telah ditetapkan.

“Setiap warga Bondowoso yang mengalami musibah dapat mengajukan bantuan kepada Baznas. Asalkan memenuhi persyaratan administrasi, seperti melampirkan KTP, KK, dan surat keterangan tidak mampu (SKTM), bantuan akan segera diproses,” kata KH Ahmadi.

1791899701721

Ia menjelaskan, permohonan bantuan diajukan melalui pemerintah kecamatan atau desa dengan menyertakan dokumen persyaratan, termasuk fotokopi KTP, kartu keluarga (KK), dan SKTM.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui perwakilan pemerintah setempat. Untuk korban angin puting beliung di Desa Sukosari Lor, bantuan diambil oleh Ari, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kecamatan Sukosari, untuk selanjutnya diserahkan kepada warga yang terdampak.

Sementara itu, bantuan bagi Dwi Amelia Azahra diambil oleh perwakilan Kecamatan Grujugan melalui Kepala Seksi PMD, Apidian, bersama pegawai kecamatan dan sekretaris desa setempat. Pihak kecamatan menyatakan bantuan tersebut telah diserahkan kepada warga yang tengah menjalani perjuangan melawan tumor otak.

Adapun bantuan untuk Surip, korban kebakaran di Desa Penanggungan, Kecamatan Maesan, diserahkan melalui Kepala Desa Penanggungan, Yuni Bagus Mantre.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi warga yang sedang menghadapi kesulitan.
“Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa sedikit meringankan beban korban,” ujarnya.

Melalui bantuan tersebut, Baznas Bondowoso berharap dukungan kepada masyarakat yang tertimpa musibah dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak sekaligus menjadi wujud kepedulian sosial terhadap warga yang membutuhkan.
(*)

ilustrasi-stop-pungli

Sumpah Pemuda Masihkah Terjaga ?

1784696982808

Oleh: Fricas Abdillah

Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Sumpah Pemuda. Upacara digelar, spanduk dipasang, pidato kebangsaan disampaikan, dan pesan persatuan kembali dikumandangkan. Namun, setelah seremoni berakhir, sebuah pertanyaan penting patut diajukan: sejauh mana semangat Sumpah Pemuda benar-benar hadir dalam kehidupan kita hari ini?

Pertanyaan ini bukan untuk meremehkan peringatan sejarah. Sebaliknya, ini merupakan upaya mengembalikan Sumpah Pemuda pada makna substantifnya. Sebab, sebuah peristiwa sejarah tidak cukup dihormati dengan upacara. Ia harus dihidupkan melalui sikap, keputusan, dan tindakan nyata.

Pada 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai latar belakang menyatukan tekad dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan. Mereka melampaui sekat kedaerahan, perbedaan identitas, dan kepentingan kelompok demi cita-cita yang lebih besar: Indonesia yang merdeka.

Sumpah Pemuda bukan sekadar deklarasi kebangsaan. Ia adalah keberanian untuk menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan golongan.

Di sinilah persoalan kita hari ini bermula. Kita masih menghafal ikrarnya, tetapi belum tentu menjalankan semangatnya.

Persatuan yang Berhenti sebagai Slogan

Persatuan merupakan kata yang paling mudah diucapkan dalam pidato, tetapi bisa menjadi nilai yang paling sulit diwujudkan dalam praktik kehidupan berbangsa.

Perbedaan pandangan politik kerap berkembang menjadi permusuhan. Identitas kelompok terkadang dijadikan alat untuk membangun dukungan sekaligus menyingkirkan pihak lain. Ruang publik pun tidak jarang dipenuhi pertentangan yang lebih mengutamakan pembelaan terhadap kelompok daripada perdebatan mengenai gagasan dan kepentingan masyarakat.

Padahal, persatuan tidak berarti semua orang harus memiliki pendapat yang sama. Persatuan justru menuntut kedewasaan untuk menerima perbedaan tanpa kehilangan komitmen terhadap kepentingan bersama.

Kritik bukan ancaman bagi persatuan. Perbedaan pendapat bukan penghalang bagi kebangsaan. Sebaliknya, kritik yang bertanggung jawab dan dialog yang terbuka merupakan bagian penting dari kehidupan demokratis.

Persatuan menjadi kehilangan makna ketika hanya dijadikan slogan untuk meredam kritik, sementara ketidakadilan dibiarkan berlangsung.

Jika kita sungguh-sungguh ingin mewarisi semangat 1928, kita harus berani mengakui bahwa persatuan tidak cukup dibangun melalui simbol. Persatuan harus ditopang oleh keadilan, kepercayaan, penghormatan terhadap perbedaan, dan kesediaan memperjuangkan kepentingan masyarakat luas.

Pemuda Subjek Perubahan atau Sekadar Pelengkap Seremoni?

Persoalan berikutnya adalah bagaimana kita menempatkan pemuda dalam kehidupan sosial, politik, dan pemerintahan.

Pemuda sering disebut sebagai generasi penerus bangsa, agen perubahan, dan pemilik masa depan. Sebutan itu terdengar membanggakan. Namun, penghargaan terhadap pemuda seharusnya tidak berhenti pada pujian dalam pidato peringatan.

Apakah pemuda benar-benar diberi ruang untuk menyampaikan gagasan? Apakah kritik mereka didengar? Apakah mereka dilibatkan dalam perumusan kebijakan? Ataukah mereka baru dianggap penting ketika dibutuhkan untuk memeriahkan acara, menggerakkan massa, dan memperkuat kepentingan politik tertentu?

Pertanyaan tersebut layak menjadi bahan evaluasi bersama.

Pemuda tidak boleh hanya ditempatkan sebagai objek program, apalagi sekadar pelengkap agenda seremonial. Mereka harus diperlakukan sebagai subjek yang memiliki kapasitas berpikir, keberanian moral, dan kemampuan berkontribusi terhadap pembangunan.

Namun, tanggung jawab ini tidak hanya berada di pundak pemerintah atau lembaga kepemudaan. Generasi muda sendiri harus berani keluar dari zona nyaman, meningkatkan kapasitas intelektual, memperkuat integritas, dan membangun kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Pemuda yang hanya bangga dengan sejarah tanpa berani menghadapi persoalan zamannya berisiko menjadikan sejarah sebagai romantisme belaka.

Semangat Sumpah Pemuda menuntut lebih dari sekadar kebanggaan. Ia menuntut tindakan.

Ketika Idealisme Berhadapan dengan Kepentingan Politik

Dalam kehidupan demokrasi, pemuda memiliki posisi strategis. Mereka dapat menjadi kekuatan moral yang mengawasi kekuasaan, menawarkan gagasan alternatif, dan mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat.

Namun, potensi tersebut dapat melemah ketika energi kepemudaan lebih banyak terserap ke dalam pertarungan kepentingan jangka pendek.

Politik pada dasarnya bukan sesuatu yang harus dijauhi oleh pemuda. Politik justru menjadi salah satu ruang penting untuk memperjuangkan perubahan. Persoalannya adalah apakah keterlibatan politik dibangun berdasarkan gagasan, integritas, dan keberpihakan kepada masyarakat, atau sekadar mengikuti kepentingan tokoh dan kelompok.

Ketika pemuda kehilangan independensi berpikir, organisasi berisiko berubah menjadi kendaraan kepentingan. Ketika kritik dibungkam demi menjaga kedekatan dengan kekuasaan, idealisme kehilangan daya hidupnya.

1791899701721

Karena itu, pemuda perlu memahami bahwa keberanian politik tidak selalu berarti berada di pihak yang berkuasa. Terkadang, keberanian justru terlihat ketika seseorang bersedia menyampaikan kritik yang beralasan, meskipun kritik itu tidak populer di lingkungannya sendiri.

Semangat Sumpah Pemuda seharusnya melahirkan generasi yang mampu berdiri di atas kepentingan bersama, bukan generasi yang mudah terpecah oleh perebutan pengaruh.

Menghidupkan Sumpah Pemuda di Bondowoso

Dalam konteks Bondowoso, peringatan Hari Sumpah Pemuda semestinya menjadi momentum untuk mengevaluasi sejauh mana generasi muda mendapatkan kesempatan yang nyata dalam pembangunan daerah.

Pembangunan tidak cukup diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan atau kegiatan yang diselenggarakan. Kita juga perlu melihat apakah pembangunan tersebut membuka kesempatan yang adil bagi pemuda untuk belajar, bekerja, berinovasi, mengembangkan usaha, dan terlibat dalam pengambilan keputusan.

Pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, dan masyarakat sipil perlu membangun hubungan yang lebih substantif dengan generasi muda.

Pemuda harus memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan mengenai persoalan pendidikan, kesempatan kerja, pengembangan ekonomi lokal, pelestarian budaya, hingga pengawasan kebijakan publik.

Mereka juga perlu mendapatkan akses yang luas terhadap peningkatan keterampilan, pendampingan usaha, pengembangan kreativitas, serta ruang partisipasi yang tidak diskriminatif.

Penting pula untuk memastikan bahwa kesempatan tersebut tidak hanya dinikmati oleh mereka yang memiliki kedekatan dengan pusat kekuasaan atau jaringan tertentu. Potensi pemuda tersebar di berbagai desa, komunitas, latar belakang pendidikan, dan kondisi sosial.

Jika pembangunan kepemudaan hanya berputar di lingkungan yang sama, kita berisiko kehilangan banyak potensi yang sebenarnya dapat menjadi kekuatan bagi kemajuan Bondowoso.

Semangat Sumpah Pemuda harus diterjemahkan menjadi kebijakan yang membuka kesempatan, bukan sekadar pernyataan yang membangkitkan kebanggaan sesaat.

Mengukur Peringatan dari Perubahan Nyata

Ukuran keberhasilan peringatan Sumpah Pemuda bukanlah kemeriahan panggung, panjangnya pidato, atau banyaknya unggahan di media sosial.

Ukuran yang lebih penting adalah perubahan yang dihasilkan setelah peringatan itu berlalu.

Apakah pemuda semakin kritis dan bertanggung jawab? Apakah organisasi kepemudaan semakin mandiri? Apakah pemerintah semakin terbuka terhadap partisipasi generasi muda? Apakah ruang demokrasi semakin sehat? Apakah kesempatan untuk berkembang semakin adil?

Pertanyaan-pertanyaan ini perlu dijawab melalui evaluasi yang terbuka, bukan sekadar klaim keberhasilan.

Kita membutuhkan keberanian untuk mengubah peringatan menjadi agenda kerja yang berkelanjutan. Sekolah dan perguruan tinggi perlu memperkuat pendidikan karakter serta nalar kritis. Organisasi kepemudaan perlu membangun tradisi intelektual dan independensi. Pemerintah perlu menyediakan ruang partisipasi yang bermakna. Sementara itu, pemuda harus membuktikan bahwa kebebasan dan kesempatan yang mereka miliki dapat digunakan untuk menghasilkan perubahan positif.

Sumpah Pemuda harus menjadi energi yang bekerja sepanjang tahun, bukan semangat yang muncul sehari lalu menghilang selama sebelas bulan berikutnya.

Jangan Sampai Kita Kehilangan Maknanya

Sumpah Pemuda merupakan bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai ketika generasi muda memiliki keberanian untuk melampaui perbedaan dan membangun cita-cita bersama.

Tantangan zaman memang telah berubah. Generasi 1928 menghadapi kolonialisme, sedangkan generasi hari ini menghadapi persoalan yang jauh lebih kompleks, mulai dari ketimpangan kesempatan, tantangan ekonomi, kualitas demokrasi, hingga derasnya arus informasi yang menuntut kecerdasan dan tanggung jawab.

Namun, satu hal tetap sama: bangsa ini membutuhkan generasi muda yang berani berpikir, menjaga integritas, dan memperjuangkan kepentingan bersama.

Karena itu, memperingati Sumpah Pemuda seharusnya menjadi momentum untuk bercermin. Kita perlu menguji apakah persatuan yang kita ucapkan telah hadir dalam tindakan, apakah penghormatan kepada pemuda telah diwujudkan dalam kebijakan, dan apakah idealisme masih memiliki tempat di tengah kuatnya kepentingan politik.

Jangan sampai kita begitu fasih mengucapkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, tetapi masih membiarkan perbedaan menjadi alasan untuk saling menjatuhkan. Jangan sampai pemuda terus disebut sebagai harapan bangsa, tetapi kesempatan untuk menentukan masa depannya justru dibatasi.

Pada akhirnya, persoalannya bukan apakah kita masih mengingat Sumpah Pemuda. Persoalannya adalah apakah kita masih bersedia menjalankan nilai-nilai yang melahirkannya.

Kita boleh memperingati Sumpah Pemuda setiap tanggal 28 Oktober. Namun, kita tidak boleh membiarkan semangatnya hidup hanya dalam upacara, sementara dalam kehidupan nyata persatuan dikalahkan oleh kepentingan, idealisme ditukar dengan pragmatisme, dan pemuda kehilangan ruang untuk menentukan arah perubahan.

Sebab, Sumpah Pemuda tidak membutuhkan lebih banyak seremoni untuk tetap dikenang. Ia membutuhkan keberanian untuk diwujudkan.

ilustrasi-stop-pungli

Anggaran Terbatas, Pemkab Bondowoso Prioritaskan Kebutuhan Mendesak dalam RKPD 2027

1784696982808

BONDOWOSO, TAPALKUDA POST – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai mematangkan arah pembangunan tahun 2027 dengan menitikberatkan pada penguatan kesejahteraan sosial dan ketahanan pangan berkelanjutan.

Di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah, penentuan program prioritas menjadi tantangan agar anggaran benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Arah kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Bupati Bondowoso Nomor 26 Tahun 2026 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, yang mengusung tema “Penguatan Kesejahteraan Sosial dan Ketahanan Pangan Berbasis Pembangunan Berkelanjutan”.

Pembahasan kebijakan pembangunan itu berlangsung di Sabha Bina Praja I, Selasa (27/10/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil.I., staf ahli bupati, para asisten Sekretariat Daerah, kepala perangkat daerah, kepala bagian Setda, serta camat se-Kabupaten Bondowoso.

Dalam pembahasan tersebut, Fathur Rozi menekankan bahwa perencanaan pembangunan tidak cukup hanya menyusun daftar program. Pemerintah daerah harus mampu memilah kebutuhan berdasarkan tingkat urgensi, manfaat bagi masyarakat, dan kemampuan anggaran yang tersedia.

Keterbatasan fiskal, menurutnya, menuntut setiap perangkat daerah lebih cermat dalam menentukan kegiatan yang akan dilaksanakan. Program yang diprioritaskan harus memberikan dampak nyata, terutama dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

Lapangan Kerja dan Infrastruktur Masih Jadi Perhatian

Sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian masyarakat antara lain keterbatasan lapangan kerja, pendapatan, serta kondisi infrastruktur, khususnya jalan, yang membutuhkan penanganan secara bertahap.

Persoalan tersebut menjadi pertimbangan penting dalam menentukan arah belanja daerah. Pemerintah perlu menyesuaikan rencana kegiatan dengan kemampuan keuangan agar pelaksanaan pembangunan tetap realistis dan tidak mengesampingkan kebutuhan yang lebih mendesak.

Penentuan skala prioritas juga diperlukan agar program antarperangkat daerah berjalan selaras dan tidak sekadar berorientasi pada penyerapan anggaran. Setiap alokasi belanja diharapkan memiliki tujuan yang jelas serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Fathur Rozi turut mengingatkan pentingnya memahami komposisi belanja daerah, termasuk pemenuhan kewajiban pemerintah sebelum mengalokasikan anggaran untuk program lainnya.

1791899701721

Dengan perencanaan yang terukur, pemerintah daerah diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara kewajiban belanja, kebutuhan pelayanan publik, dan agenda pembangunan yang telah ditetapkan.

Mitigasi Bencana dan Lingkungan Masuk Perhatian

Selain persoalan sosial dan ekonomi, aspek lingkungan juga menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan 2027. Mitigasi risiko dan kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu diperhitungkan sejak tahap perencanaan, termasuk dalam mengantisipasi potensi kebakaran.

Upaya tersebut membutuhkan koordinasi lintas perangkat daerah serta keterlibatan masyarakat. Penanganan lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan perlu terintegrasi dengan kebijakan pembangunan dan perlindungan keselamatan warga.

Pembangunan berkelanjutan, dengan demikian, tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga mempertimbangkan kelestarian lingkungan dan risiko yang dapat muncul di masa mendatang.
RKPD 2027 Harus Berpijak pada Kebutuhan Masyarakat

Melalui RKPD 2027, Pemkab Bondowoso diharapkan mampu menyelaraskan program dan kegiatan seluruh perangkat daerah dengan prioritas pembangunan yang telah ditetapkan.

Penguatan kesejahteraan sosial dan ketahanan pangan menjadi agenda yang membutuhkan perencanaan matang, dukungan anggaran yang memadai, serta koordinasi antarpemangku kepentingan.

Tantangannya adalah memastikan arah kebijakan tersebut diterjemahkan menjadi program yang terukur dan tepat sasaran. Dengan pengelolaan anggaran yang cermat, pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong pemerataan manfaat pembangunan.

Pada akhirnya, keberhasilan RKPD 2027 tidak hanya ditentukan oleh dokumen perencanaan, tetapi juga oleh konsistensi pelaksanaan program, ketepatan penggunaan anggaran, dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat Bondowoso.

 

ilustrasi-stop-pungli
error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih